welcome to ikatan sosiologi indonesia nasional

Kontak

ISI Sosiologi
Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM
Sosio Yustia 2, Yogyakarta
E. sekretariat@isi-sosiologi.org
E. wacana3000@gmail.com

@. Facebook/ISISosiologi
@. Twitter/ISISosiologi

Keanggotaan

Registrasi formulir keanggotaan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) melalui form.

Sharing Informasi

Untuk memberikan informasi terbaru, silahkan akses : form.

Link terkait :
APSSI | APSA | ISA

Dialog Global edisi 7.4

Di penghujung tahun 2017 ini, Dialog Global edisi 7.4 menyajikan sejumlah isu yang menjadi perhatian hangat di berbagai belahan bumi akhir-akhir ini, yang juga menarik untuk menjadi bahan refleksi bagi situasi di Indonesia saat ini. Michael Buroway di akhir jabatannya sebagai pimpinan editor Dialog Global mengajak kolega-koleganya di Universitas California-Berkeley untuk mengupas akar masalah dari Trumpisme dan kebangkitan populisme kanan di Amerika Serikat. Mereka mencoba mengaitkan keadaan tersebut dengan runtuhnya kejayaan fordisme akibat kapitalisme neoliberal, pergeseran struktur sosial kelas pekerja dan pasar kerja yang semula maskulin, kegamangan kaum kiri dalam membaca perubahan global dan domestik, hingga kelihaian kaum kanan merebut strategi Leninisme.

Bagaimana dengan negara-negara lain? Seperti Peter Evans sinyalir: kencerungannya tidak terlalu berbeda. Retorika-retorika anti-globalisasi di negara-negara kawasan Selatan dikumandangkan melalui narasi-narasi populis, namun sesungguhnya keadaan itu tak lebih sekedar untuk meneguhkan kekuasaan elit yang ada [atau membuka jalan bagi oligarki baru] – yang sebenarnya tidak akan mengubah konfigurasi kekuatan kapitalisme global. Gay W. Seidman juga menegaskan bahwa perjalanan sejarah gerakan populisme kiri pun pada akhirnya terjebak ke dalam paradox demokrasi liberal ketika mereka menikmati kekuasaan puncak sebagaimana terjadi di Brasil dan Afrika Selatan. Jeratan korupsi di kalangan elit dan efek kontraksi resesi ekonomi memicu ketidakpuasan rakyat, khususnya kemarahan kelas menengah atas kebijakan-kebijakan pro-rakyat yang tidak efisien.

Kondisi ini memicu perlawanan kelompok kanan untuk menjatuhkan pemerintahan yang ada. Selain artikel-artikel tersebut, Burawoy juga menyajikan sebuah wawancara menarik dengan Kari Polanyi Levitt yang menceritakan sejarah karir intelektual maupun kehidupan pribadi ayahnya, Karl Polanyi. Di separuh bagian akhir edisi ini, para akademisi dari Argentina bercerita mengenai perkembangan ilmu sosial maupun situasi sosial di negaranya, dan ada sebuah artikel menarik tentang garis besar pemikiran sosiologis Ali Syariati yang sering tenggelam di dalam keramaian suara para pemikir Barat, padahal ia mempunyai sumbangan berarti dalam menggagas spiritualitas modern yang mendorong perumusan ulang konsep agama, demokrasi, dan sosialisme yang lebih dari batas-batas moda produksi.

Global Dialogue diterbitkan oleh
ISA (International Sociological Association)
Dalam bahasa Indonesia dapat diundah langsung :