welcome to ikatan sosiologi indonesia nasional

Kontak

ISI Sosiologi
Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM
Sosio Yustia 2, Yogyakarta

E. sekretariat@isi-sosiologi.org
E. wacana3000@gmail.com


Keanggotaan

Registrasi formulir keanggotaan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) melalui form.

Sharing Informasi

Untuk memberikan informasi terbaru, silahkan akses : form.

Link terkait :
APSSI | APSA | ISA

Global Dialogue edisi 6.2

Sosiologi paling inovatif sering berasal dari akademisi marginal dan kadang-kadang bahkan dari luar akademisi sama sekali. Sebuah kasus yang nyata adalah W.E.B. Du Bois, yang barangkali adalah sosiolog AS paling signifikan yang pernah melangkah di planet ini. Ia adalah subjek pembahasan dari buku baru Aldon Morris,The Scholar Denied, yang ditampilkan dalam edisi ini. Morris memperlihatkan bahwa Du Bois, seorang sosiolog Amerika-Afrika yang dididik di Jerman dan Harvard, memimpin dan mengorganisir Atlanta School of Sociology, yang tiap langkah kecilpun dijalankan sama ilmiah dan ... selengkapnya

Global Dialogue edisi 6.1

Dikala ilmuwan membahas perubahan iklim mereka melakukannya dengan peringatan yang sungguh-sungguh perihal konsekuensi malapetaka kenaikan suhu atmosfer bumi - berupa banjir, taifun, pencairan gletser, dan pemusnahan berskala besar terhadap komunitas.Ketika mereka telah memberikan perhatian pada politik perubahan iklim, para ilmuwan berfokus pada para penyangkal perubahan iklim beserta para pendukung kuat mereka, atau pada kegagalan gerakan-gerakan rakyat. Tetapi perjuangan di antara para elit global terlalu sering diabaikan. Selama empat tahun Herbert Docena telah membuat laporan untuk ... selengkapnya

Seminar Nasional Ilmu- Ilmu Sosial

Ide-ide Reformasi tak terasa telah berjalan satu dekade lebih. Banyak perubahan yang terjadi, desentralisasi, pemilihan umum yang terbuka, pemilihan presiden secara langsung, pemilihan kepala daerah, reformulasi regulasi, penataan kembali kelembagaan dalam skala nasional hingga regional. Transisi tersebut juga beriringan dengan ketegangan, konflik, dan kekerasan yang melanda nusantara. Indikator-indikator kemiskinan, kriminalitas, dan korupsi tiba-tiba mennyeruak bersamaan dengan tumbuhnya indikator pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dalam skala yang lebih luas. ... selengkapnya

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | 4 | ... | 6 | Next > | Last >>