welcome to ikatan sosiologi indonesia nasional

Kontak

ISI Sosiologi
Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM
Sosio Yustia 2, Yogyakarta
E. sekretariat@isi-sosiologi.org
E. wacana3000@gmail.com

@. Facebook/ISISosiologi
@. Twitter/ISISosiologi

Keanggotaan

Registrasi formulir keanggotaan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) melalui form.

Sharing Informasi

Untuk memberikan informasi terbaru, silahkan akses : form.

Link terkait :
APSSI | APSA | ISA


Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) atau dalam bahasa Inggris disebut Indonesian Sociological Association (INASA) merupakan lembaga profesi bagi para Sosiolog, Calon Sosiolog dan Peminat Sosiologi di Indonesia. Lembaga ini pertama kali didirikan pada tanggal 14 Oktober 1989 di Jakarta dengan tujuan untuk mendorong penyebaran, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu Sosiologi agar mampu menghimpun dan menyalurkan pemikiran dan partisipasi anggotanya dalam usaha-usaha pembangunan bangsa Indonesia.

Sampai saat ini Ikatan Sosiologi Indonesia telah melaksanakan kongres ke VII. Dalam kongres tersebut ditetapkan kepengurusan untuk periode 2014-2017. Disamping itu juga dilakukan beberapa perubahan yang mengarahkan ISI sebagai organisasi profesi yang lebih menekankan pada fasilitasi pengembangan akademik dan memberikan dukungan (enabling) kepada pemangku kepentingan (stakeholders) di berbagai wilayah untuk melakukan aktualisasi di tingkat lokal, nasional dan internasional.

   Info  
  Diskusi  
  Kegiatan  
  Publikasi  
  Jejaring  

The Third ISA Forum of Sociology

The Third ISA Forum will be convened in Vienna, Austria, 10-14 July 2016 on the theme The Futures We Want: Global Sociology and the Struggles for a Better World. This theme encourages a forward-orientation in empirical, theoretical, and normative research to tackle the problems and opportunities that often cut across borders. Protests around the globe have challenged inequality, oppression, and ecological destruction, and have insisted on the possibility of another, better world. Intensifying uncertainties demand innovations in methods and theories. Tomorrow no longer appears as pre-determined by inevitable trends but as a rather contingent outcome of complex, typically multi-scalar dynamics that vary in ...

Baca selengkapnya...