welcome to ikatan sosiologi indonesia nasional

Kontak

ISI Sosiologi
Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM
Sosio Yustia 2, Yogyakarta

E. sekretariat@isi-sosiologi.org
E. wacana3000@gmail.com


Keanggotaan

Registrasi formulir keanggotaan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) melalui form.

Sharing Informasi

Untuk memberikan informasi terbaru, silahkan akses : form.

Link terkait :
APSSI | APSA | ISA

Kongres ISI 2018

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 300-an pengurus dan anggota Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) dari berbagai provinsi di Indonesia bakal kumpul di Kota Makassar. Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti seminar nasional dan kongres ISI. Rencana berlangsung 24-28 Oktober 2018. Kegiatan ini akan diawali dengan seminar nasional di Aula Prof Ahmad Amiruddin Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), 25 Oktober 2018.   Rencana menghadirkan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, sosiolog Ignas Kleden, Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Sumantri dan Prof Dr Tahir Kasnawi sebagai ... selengkapnya

Seminar dan Simposium Nasional di Makasar

Arus perubahan sosial global dalam satu dekade belakangan ini makin menunjukkan akselerasi pergeseran masyarakat, termasuk relasi antar negara. Indonesia, tahun 2016 ini tengah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), suatu kesepakatan regional yang mengubah struktur kuasa perdagangan kearah yang lebih terbuka, bahkan kompetitif. MEA tidak saja memungkinkan perubahan demografis manusia, percepatan mobilitas, dari satu negara ke negara lain. Ia juga akan mempengaruhi situasi relasi ekonomi, struktur sosial, konfigurasi politik, atau dinamika budaya suatu negara. Berlakunya MEA ini, maka ... selengkapnya

Third ISA Forum of Sociology

The Third ISA Forum will be convened in Vienna, Austria, 10-14 July 2016 on the theme The Futures We Want: Global Sociology and the Struggles for a Better World. This theme encourages a forward orientation in empirical, theoretical, and normative research to tackle the problems and opportunities that often cut across borders. Protests around the globe have challenged inequality, oppression, and ecological destruction, and have insisted on the possibility of another, better world. Intensifying uncertainties demand innovations in methods and theories. Tomorrow no longer appears as ... selengkapnya

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 6 | Next > | Last >>