welcome to ikatan sosiologi indonesia nasional

Kontak

ISI Sosiologi
Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM
Sosio Yustia 2, Yogyakarta

E. sekretariat@isi-sosiologi.org
E. wacana3000@gmail.com


Keanggotaan

Registrasi formulir keanggotaan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) melalui form.

Sharing Informasi

Untuk memberikan informasi terbaru, silahkan akses : form.

Link terkait :
APSSI | APSA | ISA

Dialog Global 8.3

Global Dialog edisi 8.3 memuat berbagai artikel dengan beberapa isu seperti demokrasi, feminisme, kemiskinan, moderintas, dan sosiologi Polandia.  Nancy Fraser, melalui sebuah wawancara, membicarakan gagasan-gagasan kritisnya tentang perkembangan gerakan feminis yang sangat dipengaruhi oleh dinamika demokrasi, kapitalisme, serta kebangkitan populisme kanan belakangan ini. Ia melihat bahwa melambatnya progress dari gerakan feminis antara lain berasal dari kegagalan feminisme sendiri dalam memahami realitas kelas, yang membuat gerakan tersebut menghasilkan perubahan yang ... selengkapnya

Dialog Global Edisi 8.2

Fundamentalisme pasar dan neoliberalisme mempengaruhi kehidupan dan pengalaman sehari-hari di banyak belahan dunia. Uang, pasar, serta pemikiran neoliberal berada di jantung dari politik kontemporer dalam konteks supra-nasional, inter-nasional, serta trans-nasional yang berbeda-beda. John Holloway, kritikus kapitalisme, memperlihatkan kekuatan destruktif dari uang, dinamika kapitalisme finansial, serta perkembangan yang bermasalah di Uni Eropa, namun juga melihat alternatif bentuk masyarakat lain yang masih dimungkinkan. Para penulis tentang think tank neoliberal mengingatkan bahwa ... selengkapnya

Global Dialogue edisi 6.4

Edisi ini berlanjut menoleh ke belakang dan memandang ke depan, melakukan refleksi terhadap enam tahun terakhir Dialog Global, dan ayunan dari gerakan sosial yang bergelora – Indignados, Pendudukan (Occupy), Reformasi Arab (Arab Spring), dll. – ke gerakan kaum kanan yang telah menegakkan rezim-rezim otoriter di Mesir, Turki, Polandia, Hongaria, Filipina, Argentina, dan Brasil. Kecenderungan global ini untuk sebagian dapat ditelusuri ke badai kapitalisme internasional yang menggilas negara-bangsa, menyedot otonomi pemerintahan dan mendiskreditkan politik pemilihan yang ... selengkapnya

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 6 | Next > | Last >>