Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Nasional secara reguler bekerjasama dengan International Sociological Association menerbitkan Dialog Global edisi Indonesia sebagai komitmen bersama membangun jejaring global bersama para Sosiolog seluruh dunia.
Dialog Global Indonesia disiapkan oleh Kamanto Sunarto, Hari Nugroho, Lucia Ratih Kusumadewi, Fina Itriyati, Indera Ratna Irawati Pattinasarany, Benedictus, Hari Juliawan, Mohamad Shohibuddin, Dominggus Elcid Li, dan Antonius Ario Seto Hardjana.

Edisi Dialog Global yang terbit secara reguler, membahas beragam persoalan dan dinamika yang terjadi sekaligus sudut pandang para Sosiolog dalam mengurai analisanya. Mengakses Dialog Global akan menjadi media memahami beragam gejala yang sedang terjadi secara global dan pada saat bersamaan merujuk ragam cara pandang sosiologis yang diajukan untuk memperkaya cara pandang atas realitas.

Dalam perdebatan sosiologis, kita menemukan refleksi yang luas mengenai modernitas dan kapitalisme, dan bagaimana ide-ide tentang kemajuan dan pertumbuhan serta ekonomi menyebabkan reproduksi ekologis dan sosial menghadapi risiko besar. Edisi Dialog Global kali ini memusatkan perhatian pada analisis atas masalah-masalah yang disebabkan oleh konsep-konsep dominan mengenai hubungan manusia-alam dan prinsip-prinsip ekonomi, dalam kaitannya dengan pekerjaan dan tenaga kerja maupun cara hidup di berbagai belahan dunia. Beberapa artikel menengok kembali kepada pemikiran klasik, beberapa yang lain mencoba menganalisis aspek-aspek baru dari relevansi masa depan mereka, dan sebagian yang lain lagi merefleksikan diagnosis penting atas beberapa perkembangan masa kini.

Benturan dan gangguan telah menjadi intensif manakala lembaga nasional semakin bentrok dengan dunia kita yang telah terglobalisasi. Ini juga merupakan tema lima artikel mengenai sosiologi Singapura. Mereka menjelajahi lintasan bangsa kecil ini maupun pada sosiologinya yang khas, setelah meninggalnya Perdana Menteri pertama mereka, Lee Kuan Yew. Esai-esai ini menggarisbawahi perbedaan antara ideologi yang berkuasa dan realitas yang hidup di bidang-bidang seperti mobilitas sosial, etnisitas, agama, dan politik. Dari Asia kita beralih ke Afrika, khususnya Afrika Selatan di mana, selama dua tahun terakhir, universitas-universitas telah menjadi ajang sejumlah besar gejolak politik. Namun di sini kami mengarahkan perhatian pada suatu program akademis luar biasa yang diprakarsai oleh pemerintah dan dipimpin oleh sosiolog Sarah Mosoetsa. Lembaga beliau merintis dukungan bagi mahasiswa program doktor, konperensi, hibah buku, dan publikasi di bidang ilmu-ilmu sosial dan budaya.
Arsip edisi Dialog Global bisa diakses
https://globaldialogue.isa-sociology.org/languages/indonesian
Selain itu, Ikatan Sosiologi Indonesia juga merilis Newsletter Sosio Brief secara berkala sebagai upaya untuk membangun jejaring gagasan dari berbagai ISI Wilayah yang tergabung dalam asosiasi. Sosio Brief sedianya juga menjadi media berbagi informasi, aktivitas, agenda maupun gagasan Sosiolog dalam ruang lingkupnya masing-masing serta merespon berbagai persoalan yang ada.

Untuk mendapatkan versi digitalnya : https://drive.google.com/file/d/1FRSSK0RxljXz-FMH-6HCPJ4lP8105WrZ/view?usp=sharing