Rangkaian kegiatan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Wilayah Sumatera Utara menggelar workshop kolaboratif bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Medan dan Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), dengan tema “Masyarakat Virtual dan Masyarakat Madani”. Acara tersebut digelar di Aula Fisip USU Sabtu (24/05/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah ini difasilitasi langsung oleh Prodi Sosiologi FISIP USU, dengan dukungan penuh dari Ketua Prodi T. Ilham Saladin dan Sekretaris Prodi Linda Elida.

Kegiatan workshop berjalan interaktif dengan dua narasumber utama, yaitu Nanda Desky (Dosen Sosiologi UINSU) dan Rahman Malik dari ISI Wilayah Sumatera Utara. Diskusi semakin hidup dengan kehadiran Ahmad Yasser Effendi yang bertindak sebagai moderator yang membahas secara mendalam dinamika masyarakat di era digital serta peran nilai-nilai madani di tengah transformasi sosial yang masif.
“Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut dengan agenda-agenda akademik lainnya ke depan. Terima kasih atas partisipasi seluruh pihak,
Sumber : https://www.tarunaglobalnews.com/2025/06/workshop-isi-sumut-mgmp-sosiologi-dan.html
Selain workshop, dalam upaya menggali kembali sejarah dan memperkuat identitas budaya lokal, Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Wilayah Sumatera Utara atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II melakukan studi lapangan kebudayaan dengan mengunjungi langsung reruntuhan Istana Bahran di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Istana Bahran dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Kotapinang yang dikenal sebagai salah satu kerajaan Melayu terkaya di Sumatera bagian timur. Dibangun oleh Sultan Tengku Makmur Perkasa Alamsyah sultan terakhir Kesultanan Kotapinang istana ini menjadi saksi bisu kemegahan arsitektur dan peradaban Melayu klasik.
Warisan sejarah seperti Istana Bahran memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi. Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, karena sejak pemekaran hingga sekarang tidak pernah tersentuh oleh pemkab, situs ini bisa menjadi destinasi wisata lokal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar jika dikelola dengan sungguh-sungguh
Kolaborasi antara ISI Wilayah Sumatera Utara dan BPK Wilayah II bertujuan untuk mendokumentasikan nilai-nilai sosial, budaya, serta struktur kekuasaan kerajaan Melayu yang kini mulai dilupakan. Studi lapangan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan pelestarian budaya berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan ilmiah, partisipatif, dan kolaboratif lintas sektor, ISI Sumut berharap peninggalan sejarah Kesultanan Kotapinang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam pembangunan sosial dan budaya masa kini.

Sumber : https://www.tarunaglobalnews.com/2025/07/isi-wilayah-sumut-tinjau-reruntuhan.html