Bagian ‘Membahas Sosiologi’ menyajikan wawancara dengan jurnalis paling terkenal Robert Kuttner, yang menginterpretasikan karya Karl Polanyi untuk keadaan masa kini. Berawal dari situasi politik dan ekonomi pada awal abad ke-20, wawancara ini membahas tren globalisasi saat ini, perlunya ekonomi nasional yang tangguh untuk memperkuat pengambilan keputusan yang demokratis, serta masalah inklusi dan eksklusi di saat meningkatnya migrasi internasional.
Simposium pertama kami membahas salah satu masalah mendesak di zaman kita: perubahan iklim. Di satu sisi, artikel-artikel tersebut membahas dampak sosial dari perubahan iklim yang tidak selalu terkait dengan masalah ekologi, seperti masalah demokrasi dan migrasi. Di sisi lain, kontribusi yang ditampilkan di bagian ini menggambarkan kemungkinan alternatif bagi kerusakan lingkungan lebih jauh akibat kapitalisme.
Saat kami menulis, pandemi COVID-19 dan dampaknya masih mendominasi sebagian besar dunia, meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Karena alasan inilah kami memuat kembali suatu bagian tentang COVID-19 untuk mengumpulkan analisis dari seluruh dunia. Dengan kontribusi artikel-artikel dari India dan Eropa tentang berbagai masalah mulai dari rawat-tinggal, kegiatan amal, dan migrasi hingga kemungkinan [praktik] sosiologi publik selama masa karantina wilayah (lockdown), bagian khusus ini menawarkan sekilas pembahasan terkini dalam kajian kami.
Krisis Covid-19 juga merupakan titik tolak bagi refleksi mendalam Syed Farid Alatas tentang peran dan dampak teori dan pemikiran sosiologis dalam masyarakat yang lebih luas. Edisi ini menyajikan sebuah penghormatan kepada Yogendra Singh, pelopor sosiologi India yang meninggal tahun ini. Penelitiannya tentang modernisasi dan tradisi di India pasca-kolonial merupakan terobosan baru.
Tiga artikel sumbangan berikutnya membidik isu mengenai upaya membayangkan kembali masyarakat dan merefleksikannya pada perkembangan-perkembangan saat ini serta tentang signifikansi dari sosiologi. S.A. Hamed Hosseini dan Barry Gills menggunakan perspektif transformatif, sedangkan Shelene Gomes dan Scott Timcke membahas bagaimana memahami masyarakat melalui suatu perspektif sosiologis.
Fokus regional kami dalam edisi ini menyoroti penelitian sosiologis dari Sri Lanka. Disusun oleh Siri Hettige, bagian ini menyoroti disiplin yang dinamis di negara ini, tentang berbagai masalah mulai dari pembahasan konflik kekerasan di Sri Lanka hingga masalah tentang persatuan serta memberikan wawasan-wawasan tentang sejarah sosiologi dan antropologi di negara ini.
‘Seksi Terbuka’ pada edisi ini kembali menyajikan isu tentang globalisasi dan bencana ekologis dengan membahas krisis sampah plastik di Tiongkok